Pernah mendengar istilah every manager are HR manager. Ya, pengeloaan sumber daya manusia teramat penting untuk hanya dikuasai oleh bagian HR saja, setiap manajer wajib memahaminya karena sesungguhnya managerlah yang paling tahu tentang anggota tim nya. Training HR for non HR hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Dalam Manajemen HR modern tanggung jawab mengelola manusia bukan hanya tanggung jawab bagian HR semata, melainkan juga tanggung jawab semua bagian. Mulai dari merekrut, mengembangkan coaching dan training sampai dengan appraisal, semua proses tersebut melibatkan atasan pada masing-masing divisi. Training HR for non HR ini berupaya untuk memberikan pemahaman untuk hal tersebut.
Indonesia sudah memiliki Undang-undang No 40, Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan BUMN, yang menganjurkan dan mengharuskan perusahaan tertentu menjalankan CSR. CSR sudah seharusnya beyond the rules and regulations, dimana hal yang menjalankan CSR itu adalah moral obligation.
Bagi perusahaan yang bergerak di sektor industri lainnya jelas CSR lebih merupakan moral obligation serta seyogyanya ikut memberikan social responsibility. Dari segi perspektif Public Relations, program-program CSR terbukti meningkatkan image & trust pemangku kepentingan terhadap perusahaan/industri tersebut.
Amdal atau Analisis Mengenai Dampak Lingkungang merupakan studi yang dilakukan dalam pengelolaan lingkungan. Pengelolaan yang dilakukan haruslah secara mendetail dan menyeluruh seperti fisika-kimia, ekologi, social-ekonomi, social budaya dan kesehatan masyarakat sebagai pelengkapnya.
Problem Solving and Decision Making (PSDM) adalah proses langkah-demi-langkah yang membantu kita dengan cepat dan akurat menyelesaikan berbagai masalah bisnis. Digunakan dalam organisasi di seluruh dunia, Problem Solving and Decision Making membantu pada semua tingkatan dalam organisasi secara efisien dalam mengatur dan menganalisa informasi dan mengambil tindakan yang tepat. PSDM membantu menemukan know-how, membangun konsensus, dan memperoleh komitmen serta memecahkan masalah dengan efektif dan efisien
Lingkungan organisasi menjadi semakin besar dan kompleks sehingga pendekatan tradisional terhadap manajemen risiko dan audit internal perlu dioptimalkan secara menyeluruh agar tetap efektif. Konsep GRC (Governance-Risk-Compliance) atau Combined Assurance mengharuskan organisasi untuk memiliki pandangan terintegrasi dan menyeluruh terhadap tata kelola, manajemen risiko, pengendalian, kepatuhan, dan kepastian untuk bertahan dan berkembang di dunia modern.
Dengan adanya implementasi GRC yang efektif, organisasi dapat mengurangi biaya, melakukan pengambilan keputusan yang lebih baik, serta memiliki visibilitas terhadap lingkungan risiko dan pengendalian yang lebih baik. Program ini berfokus pada langkah-langkah untuk mengintegrasikan fungsi GRC untuk mencapai tujuan organisasi dengan tetap mengatasi ketidakpastian dan bertindak secara berintegritas.