Tujuan pelatihan operator Empty Container Handler (ECH) yang bersertifikat STC International dan PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia ini adalah untuk mengembangkan seorang kandidat yang mahir dalam menggunakan Empty Container Handler (ECH), yang mampu bekerja dengan aman dan efisien setiap saat. Dengan cara ini, efisiensi operasi di pelabuhan akan meningkat dan operasi yang lebih aman terjadi. Pelatihan dimulai dengan latar belakang teori singkat (1 hari), sebelum memulai pelatihan tentang Reach Stacker melalui sejumlah latihan (4 hari). Pada hari terakhir, penilaian akhir dilakukan untuk menilai apakah para peserta mahir.
Setiap perusahaan memiliki risiko terjadinya kecelakaan kerja yang berkaitan dengan kelistrikan. Oleh karena itu, dengan adanya ahli K3 listrik di perusahaan diharapkan dapat melakukan pengawasan terhadap pelakasanaan perundangan K3 serta mampu memberikan peran yang optimal dalam mengendalikan risiko kecelakaan kerja. Sesuai dengan kebijakan pemerintah dengan diterapkannya Permenaker No. 12 Tahun 2015 tentang K3 listrik di tempat kerja dan Permenaker No. 33 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Permenaker No.12 Tahun 2015.
Pelatihan ini di adakan untuk meningkatkan kualitas SDM di bidang IT terkait struktur bahasa yang menarik dalam hal analisa bigdata, artificial intelligence, visualisasi data, serta lainnya yang dibutuhkan masa kini dan akan datang.
HSSE adalah singkatan dari Health (Kesehatan), Safety (Keamanan) dan Environment (Lingkungan). HSE merupakan sebuah metodologi untuk mempelajari dan menerapkan aspek-aspek praktis dalam melindungi lingkungan dan menjaga kesehatan serta keselamatan di tempat kerja. Secara sederhana, HSE adalah sebuah sistem yang wajib dimiliki oleh semua perusahaan untuk memastikan kegiatan operasional yang mereka lakukan tidak merugikan oleh siapa pun. Umumnya, untuk mengatur masalah keselamatan kerja dan lingkungan, perusahaan memiliki divisi atau tenaga pengawas sendiri yang disebut dengan HSE officer.
Terminal Multipurpose memiliki berbagai barang yang perlu ditangani dengan baik. Dengan fasilitas yang ada, pekerja di terminal multipurpose harus mampu menyesuaikan barang yang akan ditangani dengan peralatan yang tersedia. Selain kordinasi dan kerjasama tim yang baik, pengetahuan terkait tipe dan karakteristik barang wajib diketahui oleh semua pekerja. Hal itu dapat mengedepankan fokus produktivitas tanpa mengesampingkan efektivitas dan efisiensi perusahaan.