Tujuan pelatihan operator Mobile Harbour Crane (MHC) Conventional yang bersertifikat STC International dan PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia ini adalah untuk mengembangkan seorang kandidat yang mahir dalam menggunakan Mobile Harbour Crane (MHC), yang mampu bekerja dengan aman dan efisien setiap saat. Dengan cara ini, efisiensi operasi di pelabuhan akan meningkat dan operasi yang lebih aman terjadi. Pelatihan dimulai dengan latar belakang teori singkat, sebelum memulai pelatihan tentang MHC melalui sejumlah latihan. Pada hari terakhir, penilaian akhir dilakukan untuk menilai apakah para peserta mahir.
Transportasi darat, laut, dan udara sangatlah dibutuhkan untuk pendistribusian barang baik dalam lingkup domestic maupun ekspor. Pelabuhan berfungsi sebagai tempat kegiatan pemerintahan atau pengusaha untuk tempat kapal bersandar, naik – turun penumpang, atau bongkar muat barang, serta tempat berlabuh kapal yang dilengkapi dengan fasilitas keamanan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan. Tanpa management tariff yang baik juga, suatu pelabuhan tidak akan berfungsi secara maksimal. Untuk menciptakan management yang baik.
Menerapkan GRC dalam organisasi sangat perlu diikuti dengan peninjauan dan pengukuran GRC Performance untuk memastikan bahwa penerapan GRC dan kapabilitas GRC di dalam organisasi telah didesain dan beroperasi dengan efektif. Dengan tuntutan yang semakin meningkat terhadap keberhasilan dan tata kelola yang baik dalam organisasi, perusahaan tidak akan luput dari perhatian kritis dari regulator, pemangku kepentingan, dan masyarakat publik. Oleh sebab itu, adalah krusial bagi setiap organisasi untuk memahami pentingnya senantiasa memastikan penerapan GRC dalam organisasinya tetap terawasi dengan baik dan selalu audit-ready dalam segala situasi
Kegiatan refreshment ini bertujuan untuk meningkatkan kembali pemahaman, semangat, dan kompetensi Operator QCC dalam menjalankan aktivitas Quality Control Circle secara efektif dan berkelanjutan. Melalui sesi penyegaran ini, peserta akan mengulas kembali konsep dasar QCC, berbagi pengalaman dan best practice, serta memperkuat kemampuan problem solving dan kerja tim. Diharapkan kegiatan ini dapat mendorong peningkatan kualitas, produktivitas, serta keterlibatan aktif operator dalam perbaikan berkelanjutan di area kerja.
Materi Pendidikan & Pelatihan yang berjudul “Peralatan Pelabuhan: Kebijakan, Manajemen, dan Perawatan” menyajikan pengetahuan yang luas mengenai pelayanan peralatan (handling equipment) di Lingkungan Kerja Pelabuhan sebagai “jembatan” untuk mengalirkan barang muatan dari kapal ke terminal atau sebaliknya dari terminal ke atas kapal. Aliran barang (flow of goods) dan/ atau lalu-lintas kapal (ship traffic) di/ ke pelabuhan menjadi lancar tanpa hambatan hanya apabila peralatan pelayanan jasa kapal dan barang tersedia dalam kondisi handal (reliable).
Kapal yang berkunjung ke suatu pelabuhan tidak seharusnya menunggu tersedianya peralatan (facilities) karena bagi kapal niaga, menunggu adalah kontra produktif yang dibayar mahal. Sebab itu, peralatanlah yang menunggu kedatangan kapal (Equipment waiting for the ship, not ship waiting for facilities).
Untuk menghadirkan peralatan handal yang begitu diharapkan pengguna jasa (users), maka kompetensi atas manajemen peralatan yang terdiri dari elemen-elemen perencanaan alat / fasilitas pelayanan, pengadaan alat, pengoperasian alat yang safe, sistem & strategi perawatan, dan pengadaan logistik internal sepatutnya dimiliki personel (SDM) operator pelabuhan /terminal.