Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan upaya untuk melindungi pekerja dalam mewujudkan produktivitas kerja yang optimal, hal tersebut termasuk hak asasi manusia yang dilindungi oleh Undang-undang Dasar 1945 dan peraturan-peraturan pelaksanaannya. Oleh karena itu, setiap pelaku dalam proses bisnis harus dapat memberikan jaminan K3 dalam pengoperasian setiap peralatan di tempat kerja. Pengoperasian pesawat angkat angkut baik di industri maupun proyek-proyek konstruksi seperti crane, overhead crane, forklift, dan peralatan sejenis lainnya yang dapat menimbulkan kecelakaan karena beban lebih, konstruksi tidak layak pakai dan penyebab lainnya dapat menimbulkan kerugian korban jiwa / tenaga kerja sebagai asset perusahaan atau merugikan orang lain di tempat kerja.
Pentingnya ahli K3 yang tersertifikasi di perusahaan dikarenakan berdasarkan hasil penilaiannya dapat melihat kelayakan konstruksi pesawat angkat angkut (crane) dalam sistem operasi pabrik dan proyek. Selain itu, berdasarkan peraturan perundang-undangan Keselamatan Kerja (K3) yang berlaku, diterangkan bahwa setiap perencanaan, pabrikasi dan pengoperasian pesawat angkat angkut di Indonesia harus melalui proses pemeriksaan dan penilaian teknik terlebih dahulu sebelum dioperasikan oleh tenaga operator dan maintenance yang kompeten serta bersertifikat.
Saat ini, terdapat kurang lebih 15.000 truk yang masuk dan keluar area Pelabuhan besar. Oleh sebab itu, diperlukan adanya edukasi bagi supir truk terkait prosedur mengemudi dengan aman. Harapannya, supir truk dapat berkendara sesuai dengan standar & peraturan yang berlaku. Selain itu, hal ini diharapkan dapat mengurangi angka kecelakaan di area terminal. Secara berkelanjutan, diharapkan pelatihan ini dapat menjadi jembatan menuju sertifikasi supir truk berupa Truck Driver ID. Nantinya, ID tersebut merupakan identitas yang dikeluarkan oleh otoritas pelabuhan kepada supir truk sebagai syarat berkendara di area terminal Pelabuhan.
Pelatihan ini menjelaskan persaingan pasar saat ini pada industri transportasi umum, khususnya di sektor pengiriman dan pelabuhan. Peserta pelatihan akan ditekankan perlunya pemasaran aktif di sektor pelabuhan melalui diskusi tentang konsep pemasaran modern dengan tujuan melakukan riset pemasran dan menerapkan temuan-temuan itu dalam kampanye pemasaran
Dalam penataan korporasi sekarang ini, para pimpinan (group leader, supervisor, manager) dinamika problem solving & decision making menjadi bagian dari tugas mereka. Pimpinan yang berhasil harus dapat menyelesaikan pelbagai masalah dan membuat solusi penyelesaiannya, selaras dengan tantangan yang dihadapi perusahaan baik saat ini maupun di masa depan. Oleh Karena itu kemampuan analisa masalah menjadi salah satu persyaratan wajib yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin. Pemimpin juga perlu memahami teknik pengambilan keputusan yang didasari oleh data dan fakta, sehingga keputusan yang diambil bisa lebih akurat dan tepat sasaran.
Perilaku sebuah tim adalah berkolaborasi, bekerja sama, berkomunikasi, berkoordinasi, dan bertindak bersama-sama untuk mencapai tujuan secara bersama-sama. Setiap orang di dalam tim memiliki maksud untuk bersama-sama memenuhi target atau tujuan. Dalam hal ini, setiap anggota tim wajib berkomunikasi dan memprioritaskan apa yang harus segera dilakukan, tanpa menciptakan benih konflik, termasuk selalu memiliki niat untuk melakukan apapun dengan kerja sama, serta menyiapkan perilaku dan karakter diri yang sesuai dengan misi dan visi tim. Dengan demikian maka diperlukan kerjasama sebagai team supaya strategi perusahaan dapat diimplementasikan dengan baik. Hal inilah yang membuat perlunya mengadakan pelatihan relationship building.