Port Operation Management Training dalam struktur pelatihan substansial kepelabuhanan merupakan pelatihan yang diperuntukan untuk level jabatan manager dan asisten manager. Sangat disarankan untuk peserta pelatihan ini sebelumnya telah mengikuti pelatihan-pelatihan dalam struktur dibawahnya (seperti: Dasar-dasar Kepelabuhanan, Basic Cargo Handling, Container Terminal Operation/ Conventional Terminal Operation, Dangerous Goods Handling, Dry/Liquids Bulk Handling). Pelatihan Port Management memberikan pemahaman dan kompetensi yang bersifat strategis dalam perencanaan dan pengembangan pelabuhan (Port Planning and Development) serta management operasi terminal pelabuhan (Port Terminal Operation Management). Dalam banyak kasus kinerja operasi terminal di pelabuhan tidak yang kurang optimal bukan disebabkan oleh masalah kurangnya investasi, melainkan disebabkan oleh aspek manajemen dari sumber daya yang tersedia. Materi pelatihan disusun dan di sampaikan oleh para pengajar dari Himpunan Ahli Kepelabuhanan yang sangat berpengalaman dalam pengelolaan pelabuhan di Indonesia.
Portofolio bisnis merupakan salah satu aspek terpenting dalam mengelola suatu organisasi. Dengan adanya pemahaman praktis dalam menyusun portofolio dan melakukan diversifikasi instrumen investasi, perusahaan dapat meningkatkan value aset yang dimiliki serta dapat melakukan manajemen risiko dengan baik
Komunikasi di dunia kerja sangat dibutuhkan untuk sesama rekan kerja di lingkungan internal maupun eksternal perusahaan. Untuk itu, kemampuan komunikasi yang efektif sangat penting bagi kalangan professional. Dengan mengetahui cara meningkatkan kemampuan komunikasi dan mengenali berbagai hambatannya, hubungan yang terjalin antar perusahaan dengan klien dapat dibangun dengan baik, dan tentunya mampu meningkatkan performa serta efektivitas dalam bekerja.
Tujuan pelatihan operator Empty Container Handler (ECH) yang bersertifikat STC International dan PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia ini adalah untuk mengembangkan seorang kandidat yang mahir dalam menggunakan Empty Container Handler (ECH), yang mampu bekerja dengan aman dan efisien setiap saat. Dengan cara ini, efisiensi operasi di pelabuhan akan meningkat dan operasi yang lebih aman terjadi. Pelatihan dimulai dengan latar belakang teori singkat (1 hari), sebelum memulai pelatihan tentang Reach Stacker melalui sejumlah latihan (4 hari). Pada hari terakhir, penilaian akhir dilakukan untuk menilai apakah para peserta mahir.
Pelatihan Chief Stevedore berisi sejumlah materi teori dan praktek yang memberikan pengetahuan teknis dan praktis dalam memimpin operasi bongkar muat di kapal, khususnya pada terminal yang menangani jenis muatan break bulk atau general cargo. Jenis muatan break bulk bersifat heterogen baik dimensi, bentuk kemasan, sifat atau karakteristiknya, sehingga pelaksanaan operasi bongkar muat di kapal menjadi sangat kompleks, memerlukan penanganan secara individual dan bahkan diantaranya memerlukan penanganan khusus (special care) dalam penggunaan alat bantu bongkar muat, tata cara penanganan dan fasilitas penumpukannya. Keberhasilan operasi bongkar muat dikapal jenis muatan ini, selain prosedur operasi yang efektif diperlukan pimpinan operasi (Chief Stevedore) yang memiliki keterampilan dalam pengelolaan sumber daya juga keterampilan teknis operasi bongkar muat, komunikasi dan koordinasi dengan pihak kapal (Cargo Officer), trucking, penerima/ pengirim barang, mengendalikan operasi, sampai dokumentasi.