Prinsip umum penanganan muatan (cargo handling) dalam operasi terminal di pelabuhan: Pertama, penanganan muatan secepat mungkin dengan tujuan memperpendek waktu kapal di pelabuhan. Kedua, tepat dan efisien dalam penggunaan sumber daya. Ketiga dan yang paling penting adalah keselamatan kapal, muatan serta crew/buruh. Suksesnya penanganan muatan (cargo handling) di suatu terminal pelabuhan, selain ditentukan oleh faktor manajemen seperti perencanaan dan pengendalian, faktor sumber daya manusia (buruh dan staf operasional) sebagai pelaksana langsung di lapangan harus memiliki keterampilan dan pengetahuan dalam bidangnya sesuai kompetensi yang dibutuhkan.
Organisasi yang kuat dan berdampak, perlu didukung dengan Sumber Daya Manusia yang mampu membawa dampak positif secara langsung dan memberikan layanan yang nyata. Kondisi demikian makin diperlukan di Era Digital ini. Percepatan pembangunan memerlukan peningkatan kualitas organisasi melalui peningkatan kualitas SDM secara nyata, yaitu melalui peningkatan Kompetensi. Peningkatan Kompetensi juga harus selalu selaras dengan tujuan organisasi yang dapat diwujudkan dengan jelas melalui Value Organisasi. Amanah, Kompeten, harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif yang disebut ‘AKHLAK” merupakan perpaduan berbagai value yang mendasari pengembangan Kompetensi SDM secara utuh di Era Digital ini Pelatihan ini selain mengajak peserta untuk memahami nilai inti dari ‘AKHLAK’ juga akan mengajak peserta untuk dapat mendefinisikan secara benar dalam perannya di pekerjaan dan paham serta mampu mengkaitkan dengan ‘AKHLAK’ . Pelatihan ini mengajak peserta berpikir lebih mendalam dan menyadari pentingnya pengembangan Kompetensi hingga Strategi aplikasinya hingga selaras dengan ‘Core Value’ yang ada.
Materi Pendidikan & Pelatihan yang berjudul “Strategic Port Pricing” bersumber dari publikasi UNCTAD (IPP 4) guna meningkatkan performansi pelabuhan khususnya perspektif finansial. IPP 4 ini menyajikan pengetahuan yang lengkap mengenai strategi memenangkan persaingan melalui penetapan tarif jasa-jasa kepelabuhanan yang senantiasa berada dalam lingkungan persaingan yang semakin tajam. Pelayanan jasa kepelabuhanan merupakan unsur pembeda antara pelabuhan yang diusahakan komersil (commercial port) dan pelabuhan yang diusahakan tidak komersil (non commercial port). Commercial port menyelenggarakan bisnis memupuk keuntungan (profit making) dan memberikan pelayanan publik (public service) dimana berhadapan dengan situasi persaingan terhadap pesaing-pesaing penyedia jasa kepelabuhanan lainnya.
Berbagai macam cara dilancarkan untuk memenangkan persaingan ketat tersebut; persaingan melalui harga jual jasa (tarif) merupakan alat bersaing yang efektif. Untuk itulah penyedia jasa memasang tarif yang ditentukan setelah melalui analisis yang disebut SWOT analysis, yakni 1). analisis kekuatan (S) dan kelemahan (W) di lingkungan internal, dan 2). analisis peluang (O) dan ancaman (T) dari lingkungan eksternal.
Bagaimana menentukan tarif yang benar-benar kompetitif, adalah tarif sesuai nilai-nilai yang besarannya mampu menutupi biaya-biaya investasi, operasional, dan jasa rupa-rupa, namun melalui proses kesepakatan seluruh jajaran manajemen. Sebab itu, penetapan tarif jasa kepelabuhanan perlu melalui proses analisis bermetode ilmiah (SWOT) dan kesepakatan policy, strategi, taktik, dan program-program marketing yang memang teruji kompetitif.
Kegiatan jasa tidaklah terlepas dari produsen atau penyedia jasa dan konsumen itu sendiri, jasa yang diberikan oleh produsen kepada konsumen akan bermanfaat apabila jasa yang diberikan dapat sampai kepada konsumen untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam rangka Peningkatan pelayanan Terminal Penumpang dan roro khususnya kesiapan SDM.
Tujuan dari pelatiha operator Terminal Truck yang bersertifikat STC International dan PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia adalah untuk mengembangkan kandidat yang mahir dalam penggunaan Terminal Truck, yang mampu bekerja dengan aman dan efisien setiap saat. Dengan cara ini, efisiensi operasi di pelabuhan akan meningkat dan operasi yang lebih aman terjadi. Pelatihan dimulai dengan latar belakang teori pendek (1 hari), sebelum memulai pelatihan di Terminal Truck melalui sejumlah latihan (4 hari). Pada hari terakhir, penilaian akhir dilakukan untuk menilai apakah para peserta mahir.