• Total courses: 1849
  • Instructor: 1778
  • Learning Support: (+62) 811 9114 926, (+62) 811 9114 916
Menampilkan hasil dari kategori Non Container Terminal Operation
  • Non Container Terminal Operation

New GLC/HMC/Jib Operator

Training New GLC/JIB Crane Operator merupakan program pelatihan yang bertujuan untuk membekali operator baru dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam mengoperasikan GLC/JIB Crane secara aman, tepat, dan sesuai dengan standar operasional prosedur. Pelatihan ini mencakup pemahaman teori pengoperasian, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengenalan komponen peralatan, serta praktik operasional di lapangan. Melalui training ini, diharapkan operator mampu mengoperasikan crane secara profesional, meminimalkan risiko kecelakaan kerja, serta mendukung kelancaran dan efisiensi kegiatan operasional.

Read more
  • Non Container Terminal Operation

Non Container Terminal Operation

Dalam terminal yang mengurus barang-barang selain container, para pekerja dituntut memiliki pengetahuan yang baik terkait barang-barang tersebut. Mulai dari general cargo, curah cair, curah kering, bag cargo, dan sebagainya, memiliki penanganan khusus yang perlu diperhatikan. Selain untuk tidak merubah kondisi barang yang ada di dalam, ini perlu diperhatikan untuk keselamatan para pekerja. Pekerja pun harus mengetahui kegunaan dari peralatan-peralatan yang ada di terminal dan juga alur proses kerja yang sangat kompleks.

Read more
  • Non Container Terminal Operation

Roro Passanger Terminal Operation

Kegiatan jasa tidaklah terlepas dari produsen atau penyedia jasa dan konsumen itu sendiri, jasa yang diberikan oleh produsen kepada konsumen akan bermanfaat apabila jasa yang diberikan dapat sampai kepada konsumen untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam rangka Peningkatan pelayanan Terminal Penumpang dan roro khususnya kesiapan SDM.  

Read more
  • Non Container Terminal Operation

Roro Car Carrier Operation

Terciptanya kondisi pegawai dalam berperan membantu tercapainya 100% kinerja Operasi (USH) dan Zero Accident terminal Roro sesuai target yang telah ditetapkan Regulator, untuk itu pelatihan ini dibuat harapannya setelah peserta mengikuti pelatihan Non Container Terminal Operation, peserta mendapatkan pengayaan khusus untuk Terminal Roro.

Read more
  • Non Container Terminal Operation

Liquid Terminal Operation

Terminal Curah Cair memiliki penanganan barang yang khusus pada proses bisnis di terminal. Selain barang tersebut memiliki nilai yang tinggi, jika terjadi gangguan atau kerusakan bisa menyebabkan kerusakan lingkungan di sekitarnya. Untuk itu pekerja dituntut mengetahui tipe & karakteristik cargo liquid bulk. Selain itu, HSE juga wajib diberlakukan oleh tiap-tiap pekerja agar tidak terjadi dampak buruk yang mengakibatkan kerusakan lingkungan maupun keselamatan kerja

Read more
  • Non Container Terminal Operation

Multi Purpose Terminal Operation

Terminal Multipurpose memiliki berbagai barang yang perlu ditangani dengan baik. Dengan fasilitas yang ada, pekerja di terminal multipurpose harus mampu menyesuaikan barang yang akan ditangani dengan peralatan yang tersedia. Selain kordinasi dan kerjasama tim yang baik, pengetahuan terkait tipe dan karakteristik barang wajib diketahui oleh semua pekerja. Hal itu dapat mengedepankan fokus produktivitas tanpa mengesampingkan efektivitas dan efisiensi perusahaan.

Read more
  • Non Container Terminal Operation

Dry Bulk Operation

Terminal Curah Kering memiliki penanganan barang yang khusus pada proses bisnis di terminal. Selain barang tersebut memiliki nilai yang tinggi, jika terjadi gangguan atau kerusakan bisa menyebabkan kerusakan lingkungan di sekitarnya. Untuk itu pekerja dituntut mengetahui tipe & karakteristik cargo dry bulk. Selain itu, HSE juga wajib diberlakukan oleh tiap-tiap pekerja agar tidak terjadi dampak buruk yang mengakibatkan kerusakan lingkungan maupun keselamatan kerja.

Read more
  • Non Container Terminal Operation

Operasi Penanganan Muatan Curah Kering dan Cair

Pelatihan ini bersumber dari publikasi OCIMF (Oil Company International Maritime Forum) bekerjasama dengan IMO (International Maritime Organization) guna meningkatkan performansi pelabuhan serta aspek safety & security. Pelatihan ini juga menyajikan pengetahuan yang lengkap mengenai penanganan muatan curah, yakni (1) muatan curah kering atau dry bulk cargo seperti biji besi, batubara, pupuk, timah, dan hasil tambang lain; (2) muatan curah cair atau liquid bulk cargo antara lain minyak mentah, produk cair seperti bahan bakar minyak; dan (3) gas yang telah dicairkan, diantaranya LPG (elpiji) dan LNG. Mengingat bahwa sebagian besar muatan curah tersebut merupakan muatan berbahaya (hazardous cargo) maka penanganan muatan curah berbeda dengan operasional bongkar-muat general cargo. Karena adanya bahaya laten di dalam muatan dangerous dimaksud, maka pihak Operator Terminal Curah dan/atau Terminal Minyak sangat diharuskan untuk mengikuti tidak hanya SOP (Standard Operating Proccedure) yang ditetapkan pengelola setempat, akan tetapi IMDG (International Maritime Dangerous Goods) Code berikut dengan ketentuan pelaksanaannya seperti OCIMF - Procedures Penyandaran Kapal, dan ISGOTT (International Safety Guide For Oil Tankers Terminals) sepatutnya diimplementasikan sebagaimana mestinya. Diklat inilah yang merupakan jawaban atas kebutuhan operator terminal muatan curah kering, cair, dan gas.

Read more
  • Non Container Terminal Operation

Conventional (General Cargo) Terminal Operation

Meskipun kontainerisasi berkembang demikian pesat dalam moda transportasi laut, namun model angkutan konvensional dalam breakbulk cargo atau biasa disebut General Cargo tetap ada dan akan tetap ada, karena faktor-faktor: a. Bentuk, sifat dan karakteristik komoditas tertentu tidak memungkinkan untuk diangkut dengan petikemas (containers) ; b. Tidak semua pelabuhan memiliki fasilitas terminal petikemas dan access road yang memadai. Conventional Terminal merupakan fasilitas penanganan muatan general cargo tersedia di setiap pelabuhan di daerah di seluruh Indonesia, termasuk pelabuhan-pelabuhan besar yang sudah tersedia terminal petikemas. Penanganan muatan general cargo atau breakbulk cargo memiliki tingkat kerumitan yang lebih tinggi dibandingkan penanganan muatan petikemas atau muatan curah, karena: a. Muatan campuran (Heterogen Cargo) terdiri dari berbagai jenis komoditas,  bentuk/kemasan, berat serta sifat dan karakteristiknya berbeda-beda  b. Penanganannya harus dilakukan secara individual dan membutuhkan alat bantu bongkar muat yang bermacam-macam sesuai kemasan atau bentuk muatan yang ditangani  ; c. Penataan muatan di kapal (stowed) atau di fasilitas penyimpanan (strorage) harus memperhatikan sifat dan karakteristik muatan. Dengan karakteristik yang sedemikian rupa complicated menyebabkan banyak Operasi terminal konvensional tidak mampu menunjukan kinerja yang seharusnya (possible performance) sebagaimana sumber daya yang tersedia.

Read more