Budaya perusahaan yang kuat membuat karyawan bangga untuk mewakili perusahaan, dan bahagia menjadi bagian dari budaya tersebut. Menciptakan budaya perusahaan yang otentik dengan jiwa dan pikiran karyawan, akan bekerja untuk pencapaian kinerja terbaik mereka
Budaya perusahaan yang kuat mampu menginternalisasikan nilai-nilai (values) menjadi sebuah keyakinan dan ketaatan padanya. Nilai-nilai budaya akan menjadi inti atau energi dari semua komunikasi, proses, etos, perilaku, kebiasaan, pelayanan, termasuk penciptaan jasa dan produk perusahaan yang lebih inovatif.
Saat ini, dunia diwarnai dengan lingkungan yang begitu cepat berubah. Tentu saja ini berdampak langsung terhadap organisasi, yaitu terancamnya keberlangsungan organisasi. Kondisi ini dapat menyebabkan perubahan terlalu cepat dan tidak terstruktur, sehingga menyebabkan kebingungan bagi karyawan yang berdampak pada turunnya produktivitas dan ineffectiveness di dalam organisasi.
Terdapat satu buah fungsi di dalam organisasi, yang mampu mengatasi ancaman tersebut, yaitu adalah Organizational Development atau OD. Dengan OD yang kuat, organisasi memiliki kesempatan besar untuk bertahan dan tumbuh di tengah perubahan yang tidak menentu.
Kegiatan refreshment RTG / RMGC Operator bertujuan untuk menyegarkan kembali pengetahuan, keterampilan, dan awareness operator dalam mengoperasikan peralatan RTG dan RMGC secara aman, efektif, dan sesuai prosedur. Melalui kegiatan ini, operator akan melakukan review terhadap SOP operasional, aspek keselamatan kerja (K3), serta berbagi pengalaman terkait potensi risiko dan best practice di lapangan. Diharapkan refreshment ini dapat meningkatkan konsistensi operasional, meminimalkan potensi kecelakaan kerja, serta mendukung kelancaran dan produktivitas operasional terminal.
Pelatihan dengan pokok-pokok materi yang memberikan wawasan dan pengetahuan dasar kepelabuhanan (Port Basic Knowledge) yang diharapkan dapat memberikan dasar pemikiran dan pembentukan “mindset” insan pelabuhan. Materi inti pelatihan ini bersumber dari konsep dasar peran dan fungsi pelabuhan (Port Basic Concept) yaitu:
1. Pelabuhan sebagai mata rantai transportasi (link),
2. Pintu gerbang perekonomian negara /daerah (gateway),
3. Tempat perpindahan muatan antar moda (interface), dan
4. Sebagai entitas industri (industri entity) daerah belakangnya (hinterland).
Kegiatan pokok pelabuhan, stakeholder terkait serta aspek-aspek yang mempengaruhi pelaksanaan fungsi pelabuhan.
Dalam Rangka Meningkatkan Efisiensi dan Efektifitas Kerja Bagian Keuangan berdasarkan Pasal 3
Ayat 1 UU No.17 Tahun 2003 Ditegaskan bahwa Pengelola Keuangan secara Tertib Taat pada Peraturan,
Perundang-undangan, Efisiensi, Efektif, Transparan dan Bertanggung Jawab serta Memperhatikan Rasa
Keadilan dan Kepatuhan berdasarkan Badan Pemeriksaan Keuangan. Untuk Memperoleh Opini Wajar
Tanpa Pengecualian (WTP), Unqualified (Opinion) dengan Menghindari 3 Opini lainya