Tujuan pelatihan operator Small Forklift yang bersertifikat STC International dan PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia adalah untuk mengembangkan kandidat yang mahir dalam penggunaan Small Forklift, yang mampu bekerja dengan aman dan efisien setiap saat. Dengan cara ini, efisiensi operasi di pelabuhan akan meningkat dan operasi yang lebih aman terjadi. Pelatihan dimulai dengan latar belakang teori (1 hari), sebelum memulai pelatihan tentang Small Forklift melalui sejumlah latihan (4 hari). Pada hari terakhir, penilaian akhir dilakukan untuk menilai apakah para peserta mahir.
Fenomena korupsi yang terjadi pada sejumlah BUMN di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mulai memprihatinkan. Hingga Maret 2019, sedikitnya sudah ada 58 kasus korupsi di BUMN yang telah ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Meskipun Kementerian maupun KPK sudah melahirkan banyak program pencegahan korupsi (BUMN Bersih, BUMN Berintegritas, Profesional Berintegritas), namun faktanya praktik korupsi di BUMN masih terjadi silih berganti. Salah satu penyebabnya tidak berjalannya sistem pengawasan atau pengendalian internal di BUMN itu sendiri. Padahal keberadaan pengendalian internal ini penting agar pimpinan BUMN tidak membuat kebijakan atau keputusan yang melanggar hukum maupun mengarah pada tindakan korupsi.
Kegiatan refreshment ini bertujuan untuk meningkatkan kembali pemahaman, semangat, dan kompetensi Operator QCC dalam menjalankan aktivitas Quality Control Circle secara efektif dan berkelanjutan. Melalui sesi penyegaran ini, peserta akan mengulas kembali konsep dasar QCC, berbagi pengalaman dan best practice, serta memperkuat kemampuan problem solving dan kerja tim. Diharapkan kegiatan ini dapat mendorong peningkatan kualitas, produktivitas, serta keterlibatan aktif operator dalam perbaikan berkelanjutan di area kerja.
Semua perusahaan menginginkan efisiensi dalam proses bisnis, guna mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Sering terjadi bahwa, efisiensi belum tentu menjadi efektif, hal ini muncul pada saat penerapan berbagai strategi yang telah dirancang sebelumnya. Keberhasilan dalam menerapkan efektif dan efisiensi harus dimulai dengan menganalisa seluruh proses bisnis yang sedang dijalankan, apakah satu sama lain sudah saling terintegrasi atau masih dengan pola lama yang hanya dapat diakses oleh bagian tertentu saja. Hasil analisa proses bisnis sangat menentukan langkah selanjutnya dalam pembuatan strategi, dimana sebaiknya haruslah yang sederhana, mudah dipahami dan diterapkan sebagai alat mencapai tujuan. Titik kritis dalam menganalisa, ada pada tahap pemetaan proses bisnis yang sedang berlangsung, karena harus mengambil sudut pandang yang sama dalam menilai keberhasilan perusahaan. Terdapat berbagai metode yang dapat digunakan, mulai dari yang sederhana hingga kompleks, sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Dari hasil pemetaan tersebut, maka akan dapat terlihat berbagai peluang baru ataupun nilai tambah dalam menentukan strategi selanjutnya. Langkah – langkah pada pemetaan harus dilakukan dengan tepat, agar prinsip efektif dan efisien dalam bisnis seiring dengan perubahan lingkungan bisnis yang dinamis
Kepatuhan lembaga perbankan pada Hukum, Kebijakan dan Tata Cara adalah salah bentuk meminimalkan risiko pada kelembagaan terkait. Dimana risiko adalah potensi-potensi negative yang muncul dan harus di minimalkan/dihilangkan karena akan membawa efek yang luar biasa pada perekonomian sebuah Negara. Untuk itu sebuah lembaga yang mengatur keuangan dari masyarakat luas yaitu perbankan wajib mengetahui Hukum terkait, serta Kebijakkan dan Tata Caranya.