Pada saat ini industri pasar modal di Indonesia sedang dilanda masalah, sehingga kinerjanya kurang maksimal. Padahal disisi lain keberadaan Pasar Modal diharapkan dapat memberikan manfaat yang luar biasa bagi perekonomian nasional. Munculnya kasus-kasus yang merusak kepercayaan investor, diantaranya saham hilang, short selling dan insider trading yang menggangu pertumbuhan pasar modal. Maka dari itu, dengan adanya Pelatihan Hukum Pasar Modal Dasar ini diharapkan dapat memberikan pencerahan bagi para pelaku pasar modal, khususnyadalam aspek hukum.
Peserta dapat memiliki keterampilan dan kompetensi yang diperlukan untuk memahami dan menghargai berbagai elemen, metode, dan aplikasi tentang pelabuhan dan tarif di terminal pelabuhan. Peserta dapat mengidentifikasi dan memperoleh tentang keterampilan dan alat-alat yang diperlukan untuk merancang, mengimplementasikan, mengelola, dan memantau penetapan tarif pelabuhan; dan untuk mengembangkan sistem penetapan tarif yang efektif dan dinamis yang beradaptasi dan tanggap dengan kondisi pasar yang berubah dengan cepat. Dalam penambahan modul pelatihan, kursus akan mencakup aplikasi praktis, latihan kelompok, tugas pemodelan dan studi kasus. Pelatihan ini memberikan peserta pengetahuan yang komprehensif dan pada tingkat yang ahli dalam metode penetapan harga dan aplikasi dalam tarif pelabuhan dan terminal.
Problem Solving and Decision Making (PSDM) adalah proses langkah-demi-langkah yang membantu kita dengan cepat dan akurat menyelesaikan berbagai masalah bisnis. Digunakan dalam organisasi di seluruh dunia, Problem Solving and Decision Making membantu pada semua tingkatan dalam organisasi secara efisien dalam mengatur dan menganalisa informasi dan mengambil tindakan yang tepat. PSDM membantu menemukan know-how, membangun konsensus, dan memperoleh komitmen serta memecahkan masalah dengan efektif dan efisien
Dalam mengawali tahun baru, banyak hal yang harus disiapkan baik secara administrasi maupun kelengkapan secara fisik terutama berkaitan dengan pelayanan kegiatan serta mempersiapkan dan merencanakan strategi khususnya dalam penguatan ekosistem logistik yang terus berkembang semakin kompleks. Untuk itu diperlukan adanya rapat koordinasi, merapatkan barisan, menyamakan persepsi dan langkah terhadap setiap detail keputusan yang ditetapkan.
Rapat Dinas dilaksanakan untuk merumuskan kembali target dan tujuan dari masing-masing direktorat serta mengevaluasi kegiatan yang sudah berjalan selama 1 tahun kebelakang dari masing masing direktorat untuk menyampaikan kendala dan tindak lanjut program yang sudah di diskusikan.
Pemanfaatan Benefit Realization Management (BRM) telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Dalam skenario ini, proyek, program, dan manajemen portofolio kegiatan kantor (PMO) diakui memiliki potensi untuk mengambil tugas tambahan yang akan sangat meningkatkan kontribusi mereka terhadap keberhasilan proses BRM. Ini program memandu praktisi PMO melalui proses tiga langkah yang mudah diikuti yang mengelompokkan praktik BRM ke dalam lima belas bidang aktivitas, yang memungkinkan mereka