Setiap langkah keputusan pengembangan bisnis, terutama yang melibatkan dana investasi yang cukup besar, membutuhkan analisis dan prediksi yang sangat komprehensif, yang selanjutnya akan dituangkan dalam strategi dan action di setiap aspek fungsional seperti pemasaran, operasi, SDM dan keuangan. Strategi bisnis harus mampu mengakomodir setiap ide, prediksi, rencana, strategi implementasi bisnis secara terstrukrur dan menuangkannya dalam bentuk rencana terpadu sehingga mudah difahami oleh setiap orang yang terlibat.
Dalam PP Nomor 22 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan perlindngan dan pengelolaan lingkungan hidup, pengelolaan limbah B3 dilaksanakan berdasarkan persetujuan teknis (pertek) dan dilengkapi dengan Surat Layak Operasional (SLO) dan pengelolaan limbah non B3 persyaratan dan standar pengelolaannya tercantum dalam persetujuan dokumen lingkungan.
Kontainerisasi secara radikal telah mengubah transportasi samudera pola perdagangan, route kapal tidak tetap, design dan ukuran kapal, peralatan dan operasi bongkar muat, terminal dan prosedur bea dan cukai dan lain-lain yang merupakan konsekuensi dari Containerization impact. Dengan tingkat pertumbuhan kontainerisasi rata-rata 20% per tahunnya serta design dan ukuran kapal yang kapasitas angkutnya semakin besar, bagaimanapun telah mempengaruhi fasilitas-fasilitas yang diperlukan di pelabuhan. Dampak terbesar kontainerisasi telah terjadi di pelabuhan-pelabuhan yaitu bagaimana cara pelabuhan mengakomodasi kapal-kapal container dan menghandle cargonya. Program pelatihan Improving Port Performance 2 dengan judul Container Terminal Planning and Development, berisi materi-materi yang akan memberikan pemahaman tentang bagaimana mengakomodasi perkembangan containerisasi dalam perdagangan dari sisi kesiapan pelabuhan. Untuk itu modul dilengkapi dengan case study, simulasi, dan exercise secara komprehensif.