Fenomena korupsi yang terjadi pada sejumlah BUMN di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mulai memprihatinkan. Hingga Maret 2019, sedikitnya sudah ada 58 kasus korupsi di BUMN yang telah ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Meskipun Kementerian maupun KPK sudah melahirkan banyak program pencegahan korupsi (BUMN Bersih, BUMN Berintegritas, Profesional Berintegritas), namun faktanya praktik korupsi di BUMN masih terjadi silih berganti. Salah satu penyebabnya tidak berjalannya sistem pengawasan atau pengendalian internal di BUMN itu sendiri. Padahal keberadaan pengendalian internal ini penting agar pimpinan BUMN tidak membuat kebijakan atau keputusan yang melanggar hukum maupun mengarah pada tindakan korupsi.
HSSE adalah singkatan dari Health (Kesehatan), Safety (Keamanan) dan Environment (Lingkungan). HSE merupakan sebuah metodologi untuk mempelajari dan menerapkan aspek-aspek praktis dalam melindungi lingkungan dan menjaga kesehatan serta keselamatan di tempat kerja. Secara sederhana, HSE adalah sebuah sistem yang wajib dimiliki oleh semua perusahaan untuk memastikan kegiatan operasional yang mereka lakukan tidak merugikan oleh siapa pun. Umumnya, untuk mengatur masalah keselamatan kerja dan lingkungan, perusahaan memiliki divisi atau tenaga pengawas sendiri yang disebut dengan HSE officer.
Peningkatan produktivitas, kemampuan untuk menyesuaikan pelatihan dan pengujian dengan berbagai kasus dan situasi, latihan keterampilan progresif, kurva pembelajaran dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan individu, kemampuan untuk menganalisis catatan pelatihan, umpan balik langsung, penilaian yang dihasilkan komputer (hasil terukur) dan standardisasi kelas dunia.
Tujuan pelatihan operator Gantry Luffing Crane (GLC) Container yang bersertifikat STC International dan PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia ini adalah untuk mengembangkan seorang kandidat yang mahir dalam menggunakan Gantry Luffing Crane (GLC), yang mampu bekerja dengan aman dan efisien setiap saat. Dengan cara ini, efisiensi operasi di pelabuhan akan meningkat dan operasi yang lebih aman terjadi. Pelatihan dimulai dengan latar belakang teori singkat, sebelum memulai pelatihan tentang GLC melalui sejumlah latihan. Pada hari terakhir, penilaian akhir dilakukan untuk menilai apakah para peserta mahir.
Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) merupakan tools untuk menilai posisi perusahaan berdasarkan perspektif bisnis ekselen. KPKU berbicara tentang bisnis. Bisnis yang ekselen menurut KPKU tentu saja harus tumbuh berkelanjutan (sustain & growth) serta lebih baik dibanding pesaing (competitive). Pemenuhan kriteria-kriteria dalam KPKU dapat mendongkrak keunggulan daya saing perusahaan, meningkatkan kinerja secara berkelanjutan dan mencapai visi, misi dan tujuan perusahaan. Tentu saja melalui integrasi, yaitu keselarasan atas rencana perusahaan, proses-proses yang dijalankan, pengambilan keputusan, fokus karyawan/tenaga kerja dan seluruh tindakan yang pada akhirnya dapat ditunjukan dengan pencapaian hasil yang unggul.