Percepatan dan Perkembangan Bisnis Terminal khususnya Container Terminal, saat ini sedang meningkat di Indonesia. Oleh karena itu kebutuhan akan jumlah operator QCC di wilayah kerja PT Pelabuhan Indonesia (Persero) sangat meningkat.
Salah satu tantangan organisasi saat ini (terutama organisasi bisnis) adalah dahsyatnya perubahan lingkungan yang kemudian menular pada pemikiran (konsep-konsep) manajemen serta praktik-praktik manajemennya. Sebagai akibatnya, organisasi (bisnis) yang ingin memuaskan pasar(pelanggan)nya, harus mampu menciptakan inovasi yang sesuai dengan perkembangan dan tuntutan lingkungannya itu. Dalam lingkup yang lebih luas, artinya organisasi mampu mengelola perubahan. Perubahan adalah sesuatu yang alamiah. Mau tidak mau hal ini akan terjadi. Hal yang harus dilakukan organisasi adalah mengooptimalkan keberadaannya dengan mengembangkan kemampuan adaptif dan antisipatifnya.
Event Management adalah kegiatan profesional mengumpulkan dan mempertemukan sekelompok orang untuk tujuan perayaan, pendidikan, pemasaran dan reuni, serta bertanggung jawab mengadakan penelitian, membuat desain kegiatan, melakukan perencanaan dan melaksanakan koordinasi serta pengawasan untuk merealisasikan kehadiran sebuah kegiatan.
Event Management atau Manajemen Event merupakan suatu pengorganisasian sebuah kegiatan yang dikelola secara professional, sistematis, efisien dan efektif. Kegiatannya meliputi konsep (perencanaan) sampai dengan pelaksanaan hingga pengawasan.
Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan, No. PM 134 Tahun 2016. Tentang Manajemen Keamanan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan (ISPS Code), terkait Port Fasility Security Officer (PFSO) dan Deputy PFSO untuk Fasilitas Pelabuhan diatur Pasar 22. Ketentuannya menyatakan:
PFSO & Deputy PFSO memiliki bukti petunjuk dari Pengelola Fasilitas Pelabuhan.
Memilki Sertifikat pengetahuan dan keterampilan sebagai seorang PFSO.
Melaksanakan pemutakhiran (Update) terhadap Sertifikat PFSO Setiap 3 (tiga) tahun, terhitung dari tanggal dikeluarkannya Sertifikat PFSO tersebut.
Secara tradisional, sebagian besar organisasi telah menggunakan penilaian risiko dan tindakan pencegahan untuk mencoba dan mengendalikan kinerja lingkungan dan mencegah aspek atau risiko menjadi begitu nyata sehingga mempengaruhi hasil perusahaan, dan secara kritis, lingkungan, Risiko harus diidentifikasi dengan cara yang sama pada sistem kualitas atau kesehatan dan keselamatan, dengan menggunakan penelitian,ancaman, dampak dan kerentanan dan sebagainya.
Risiko dapat datang dalam berbagai bentuk misalnya ketidakpastian keuangan, kegagalan proyek keamanan persaingan masalah teknologi dampak terhadap lingkungan dari operasi yang dilakukan oleh bisnis, baik limbah yang dihasilkan, emisi berbahaya, atau konsumsi energi. Oleh karena itu ISO 14001 berupaya menambahkan penekanan dan pentingnya pada aspek ini yang berpotensi mempengaruhi setiap bisnis dan dampaknya terhadap lingkungan.
Bisnis strategis adalah tentang pemahaman posisi bisnis dan pengaruh faktor eksternal serta faktor internal pada bisnis. Bisnis strategi dijalankan apabila perencanaan bisnis strategi sudah matang, prosedural dan sistematis. Training ini diperlukan agar dapat lebih memahami dan meningkatkan pengetahuan pada perencanaan strategi bisnis. Sehingga instansi dapat menggunakan cara terbaik untuk mengambil keuntungan dari peluang yang ada di lingkungannya.