Percepatan dan Perkembangan Bisnis Terminal khususnya Container Terminal, saat ini sedang meningkat di Indonesia. Oleh karena itu kebutuhan akan jumlah operator QCC di wilayah kerja PT Pelabuhan Indonesia (Persero) sangat meningkat.
Seorang operator berwenang untuk mengoperasikan pesawat/alat angkat dan angkut jika sudah memiliki lisensi K3. Operator yang ahli dan profesional merupakan kunci utama untuk pengoperasian forklift yang selamat dan efisien. Berdasarkan Permenaker No. Per.05/MEN/1985 tentang Pesawat Angkat dan Angkut, Pasal 4 mengatur setiap pesawat angkat dan angkut harus dilayani oleh operator yang mempunyai kemampuan dan telah memiliki keterampilan khusus tentang Pesawat Angkat dan Angkut. Untuk itu, pelatihan bagi operator crane/forklift merupakan suatu keharusan untuk memastikan bahwa operator tersebut sudah memiliki keahlian dan keterampilan dalam mengoperasikan alat dengan selamat dan profesional sehingga tidak menimbulkan kecelakaan dan kerugian berupa cidera pada diri mereka sendiri dan orang lain, ataupun merusak peralatan serta material.
Materi Pendidikan & Pelatihan yang berjudul “Strategic Port Pricing” bersumber dari publikasi UNCTAD (IPP 4) guna meningkatkan performansi pelabuhan khususnya perspektif finansial. IPP 4 ini menyajikan pengetahuan yang lengkap mengenai strategi memenangkan persaingan melalui penetapan tarif jasa-jasa kepelabuhanan yang senantiasa berada dalam lingkungan persaingan yang semakin tajam. Pelayanan jasa kepelabuhanan merupakan unsur pembeda antara pelabuhan yang diusahakan komersil (commercial port) dan pelabuhan yang diusahakan tidak komersil (non commercial port). Commercial port menyelenggarakan bisnis memupuk keuntungan (profit making) dan memberikan pelayanan publik (public service) dimana berhadapan dengan situasi persaingan terhadap pesaing-pesaing penyedia jasa kepelabuhanan lainnya.
Berbagai macam cara dilancarkan untuk memenangkan persaingan ketat tersebut; persaingan melalui harga jual jasa (tarif) merupakan alat bersaing yang efektif. Untuk itulah penyedia jasa memasang tarif yang ditentukan setelah melalui analisis yang disebut SWOT analysis, yakni 1). analisis kekuatan (S) dan kelemahan (W) di lingkungan internal, dan 2). analisis peluang (O) dan ancaman (T) dari lingkungan eksternal.
Bagaimana menentukan tarif yang benar-benar kompetitif, adalah tarif sesuai nilai-nilai yang besarannya mampu menutupi biaya-biaya investasi, operasional, dan jasa rupa-rupa, namun melalui proses kesepakatan seluruh jajaran manajemen. Sebab itu, penetapan tarif jasa kepelabuhanan perlu melalui proses analisis bermetode ilmiah (SWOT) dan kesepakatan policy, strategi, taktik, dan program-program marketing yang memang teruji kompetitif.
Pelaksanaan pelatihan keterampilan pada program pelatihan penyelenggaraan pelatihan kepelabuhanan wajib memenuhi kriteria minimal tingkat kedalaman dan kelulusan materi berdasarkan capaian pembelajaran kelulusan. Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta mampu mengidentifikasikan pergeseran dalam paradigma maritim global dan memahami dampaknya terhadap ekonomi, dapat merancang pelabuhan yang efisien, meliputi studi kelayakan, perencanaan infrastruktur dan integrasi dengan kebijakan maritim yang ada. Peserta juga dapat menguasai aspek konstruksi, pengujian dan pengelolaan infrastruktur pelabuhan, serta memahami pentingnya keselamatan kerja. Selain daripada itu, peserta dapat memahami tentang konsesi dan mengindentifikasi peluang kerjasama dengan tujuan mencapai pengelolaan pelabuhan yang efektif dan berkelanjutan serta mampu menerapkan prosedur pengajuan Badan usaha kepelabuhanan dan berkontribusi pada pertumbuhan Ekonomi maritim.
Business to Business (B2B) merupakan model bisnis yang berfokus pada penjualan produk dan layanan untuk perusahaan lain. Beberapa produk atau layanan yang paling umum ditawarkan oleh perusahaan B2B, yaitu bahan baku produk, suku cadang jadi, layanan konsultasi bisnis, layanan pemasaran, sampai pada layanan pengembangan website.
Menjual produk untuk B2B memerlukan keterampilan berbeda dengan menjual langsung ke konsumen individual. Pelatihan ini akan memberikan mindset dalam menjual produk B2B. Akan dibahas berabagai teknik komunikasi dan negosiasi dalam penjualan B2B.
Kepuasan pelanggan merupakan hal penting yang harus diutamakan. Pelayanan pelanggan yang baik dan handal akan berdampak terhadap kesejahteraan organisasi, karena saat kebutuhan pelanggan terpenuhi maka mereka akan merasa nyaman dan berdampak positif terhadap organisasi. Pelayanan pelanggan juga membantu organisasi untuk meningkatkan jumlah pelanggan dan keuntungan secara internal maupun eksternal. Secara tradisional, kegiatan peningkatan secara internal terfokus dan ditujukan untuk menurunkan biaya, mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan kualitas. Namun, untuk mencapai kepuasaan pelanggan, perusahaan harus mengadopsi pandangan bisnis yang berfokus pada pelanggan dan mengidentifikasi area untuk perbaikan.